Tuesday, August 6, 2024

Gandhawyuha Borobudur


Selamat datang di Chandi Borobudur yang merupakan salah satu bangunan suci agama Buddha sebagai situs Warisan Budaya Dunia. Borobudur dan kawasannya memiliki makna luhur dan bersejarah bagi masyarakat Indonesia, sehingga semua mata terkesima dengan kemegahan dan keindahan bangunan ini. Pemerintah Indonesia telah menetapkan Chandi Borobudur sebagai cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tersendiri sebagai daya tarik wisata utama, dan menjadi destinasi wisata prioritas bagi pengunjung nusantara dan juga mancanegara.

Chandi Borobudur dan kawasannya telah menarik antusiasme yang luar biasa untuk berwisata dan berkunjung dalam wisata tematik, untuk mengenal sejarah, arsitektur dan seni rupa bangunan ini. Menikmati kemegahan dan keindahan arsitektur Borobudur, merupakan bentuk apresiasi dan partisipasi dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur, bersama Pamong Carita.

Pamong Carita yang ramah akan menemani dengan memberikan narasi dan penjelasan serta memperkenalkan 'Upanat'. Yaitu alas kaki khusus yang dipakai saat mengunjungi teras-teras melalui koridor dengan rangkaian galeri panel relief, menuju ke puncak teras atas berbentuk lingkaran dengan deretan stupa di Candi Borobudur.

Berwisata bersama Pamong Carita, mengenal Borobudur dan sekitarnya, mendalami narasi sejarah, arsitektur dan seni rupa warisan budaya leluhur Borobudur pada masa Jawa Kuno. Menelusuri beberapa sumber narasi tentang keberadaan sejarah awal mula Borobudur.

Seni ukir dinding dan langkan Borobudur
Relief dan pola hias Borobudur bergaya naturalis dengan proporsi yang ideal dan selera estetik yang halus. Relief-relief ini sangat indah, bahkan dianggap sebagai yang paling elegan dan anggun dalam kesenian dunia agama Buddha. Keindahan seni ukir salah satunya adalah relif-relief Gandawyuha pada dinding Borobudur. Sumber: Teknik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Chandi Borobudur merupakan candi Buddha Mahayana, kemegahan dan keunikan arsitektur serta keindahan seni rupa yang ditampilkan Borobudur terpampang pada dinding dan langkan yang sangat indah, serta mempunyai nilai seni yang tinggi. Ukiran yang terpahat pada dinding Borobudur, salah satu cerita relief yang sangat bermakna bagi umat Buddha adalah cerita tentang perjalanan hidup seorang pemuda bernama Sudhana yang diambil dari teks Gandawyuha.

Gandhawyuha

Kitab/teks Gandhawyuha atau disebut Gaṇḍavyuhasutra merupakan salah satu teks/kitab utama dalam tradisi Mahayana yang disusun di Nepal. Teks ini merupakan bagian akhir dan puncak dari Avatamsakasutra, yaitu kumpulan teks yang menjelaskan tahapan jalan Bodhisattva. Avatamsaka adalah pemikiran dasar dalam agama Buddha, yang menggabungkan pemikiran aliran awal Mahayana dan Yogacara.

Pada versi kitab/manuskrip di Chandi Borobudur diketahui bahwa naskah Gandhavyuha masih terpisah dari koleksi sebagian besar kitab yang ada dan terpahat di dinding panel relief Borobudur. Dinasti/wangsa Sailendra di Jawa pada masa dibangunnya Chandi Borobudur nampaknya mempunyai keterkaitan yang erat dengan jantung perkembangan filsafat Buddha di India timur laut, seperti Nalanda dan barangkali melalui kontak inilah muncul dinasti-dinasti tersebut. Sutra tersebut mungkin telah sampai ke Jawa, yang jelas sangat dihormati dan dijunjung tinggi.

Keindahan seni ukir salah satu Relif Gandawyuha dinding Borobudur. Samadhi Buddha di Taman Jeta di Sravasti.

Relief Gandawyuha

Gandawyuha merupakan gambaran kisah yang diceritakan pada bab terakhir Avatamsaka Sutra, yaitu kitab yang berisi kisah atau cerita tentang petualangan seorang pemuda bernama Sudhana, yang penuh dengan semangat dan tidak mengenal lelah dalam pencariannya untuk memperoleh Kebijaksanaan Sempurna Tertinggi.

Kisah/cerita yang digambarkan dalam dinding relief Borobudur berdasarkan kitab suci Buddha Mahayana yang berjudul Gandawyuha, dan pada bagian penutup cerita berdasarkan kitab/teks lain yaitu Bhadracari.

Kisah seorang pemuda yang bernama Sudhana ini meliputi dua galeri, yaitu galeri ketiga dan keempat, serta separuh galeri kedua yang berjumlah seluruhnya 460 pigura/panel relief. Merupakan deretan panel relief yang menghiasi dinding Borobudur pada lorong ke 2 yang menceritakan tentang kisah perjalanan seorang pemuda bernama Sudhana dalam usahanya mencari Ilmu Hakiki, Kebenaran Sejati.

Tokoh utama dalam cerita ini adalah Sudhana, seorang pemuda anak saudagar yang sangat kaya raya, digambarkan pada panel relief baris ke-16. Kisah/cerita pada 15 panel relief sebelumnya merupakan sebuah prolog, yaitu kisah tentang keajaiban pada masa samadhi Buddha di Taman Jeta di Sravasti.

Selama dalam pencariannya, Sudhana diceritakan telah mengunjungi tidak kurang dari tiga puluh guru, namun tidak satupun dari mereka yang dapat memuaskannya sepenuhnya. Dalam perjalanannya, Sudhana kemudian diinstruksikan oleh Manjusri untuk bertemu dengan seorang biksu yang bernama Biksu Megasri, dimana dia diberikan doktrin pertama kali.

Saat perjalanannya berlanjut, Sudhana bertemu dengan beberapa guru antara lain Supratisthita, Tabib Megha (Roh Pengetahuan), Bankir Muktaka, Biksu Saradhvaja, Upasika Asa atau disebut dengan (Roh Pencerahan Tertinggi), Bhismottaranirghosa, Brahmana Jayosmayatna, Putri Maitrayani, Biksu Sudarsana, seorang anak laki-laki bernama Indriyesvara, Upasika Prabhuta, Bankir Ratnachuda, Raja Anala, Dewa Siva Mahadeva, Ratu Maya, Bodhisattva Maitreya dan pada akhirnya kemudian kembali ke Manjusri.

Dalam setiap pertemuan dengan para guru, semuanya telah memberikan Sudhana doktrin, pengetahuan dan kebijaksanaan tertentu. Cerita tentang pertemuan dengan guru ditampilkan di galeri ketiga.

Dalam cerita lima belas panel relief sebelumnya membentuk keajaiban yang dihasilkan oleh Samadhi Buddha (meditasi terdalam) pada pertemuan dengan seratus murid di Taman Jeta di Sravasti.

Diceritakan bahwa setibanya ditempat suci yaitu Vichitrasaladhvaya, orang-orang yang berada di kota itu berbondong-bondong keluar untuk mendengarkan suatu pengumuman dari Bodhisattva yang menggambarkan tentang perbuatan luar biasa yang pernah dilakukan oleh Sang Buddha. 

Pada akhirnya setelah pertemuan yang singkat dengan Manjusri, kemudian Sudhana melanjutkan ke tempat kediaman Bodhisattva Samantabhadra, cerita ini digambarkan pada galeri keempat Chandi Borobudur.

Lorong dinding relief Borobudur
Keindahan seni ukir salah satu relif pada dinding Borobudur. Relief dan pola hias Borobudur bergaya naturalis dengan proporsi yang ideal dan selera estetik yang halus. Sumber: Teknik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Gandavyuha Borobudur

Sudhana

Gandavyuha adalah kisah yang diceritakan dalam bab terakhir Sutra Avatamsaka tentang pengembaraan Sudhana yang tak kenal lelah mencari Kebijaksanaan Sempurna Tertinggi. Ini mencakup dua galeri (ketiga dan keempat) dan juga setengah dari galeri kedua, yang terdiri dari total 460 panel.

Tokoh utamanya, pemuda Sudhana, putra seorang saudagar yang sangat kaya, muncul di panel ke-16. 15 panel sebelumnya merupakan prolog dari kisah keajaiban selama samadhi Buddha di Taman Jeta di Sravasti.
meditasi samadhi terdalam sang Buddha.

Selama pencariannya, Sudhana telah mengunjungi tidak kurang dari tiga puluh guru, namun tidak satupun dari mereka yang benar-benar dapat memuaskannya. Dia kemudian diinstruksikan oleh Manjusri untuk menemui biksu Megasri, di mana dia diberi doktrin pertama.

Saat perjalanannya berlanjut, Sudhana bertemu dengan Supratisthita, tabib Megha (Roh Pengetahuan), bankir Muktaka, biksu Saradhvaja, upasika Asa (Roh Pencerahan Tertinggi), Bhismottaranirghosa, Brahmana Jayosmayatna, Putri Maitrayani, biksu Sudarsana, dan anak laki-laki bernama Indriyesvara, sang upasika Prabhuta, bankir Ratnachuda, Raja Anala, dewa Siva Mahadeva, Ratu Maya, Bodhisattva Maitreya dan kemudian kembali ke Manjusri. Setiap pertemuan telah memberikan Sudhana doktrin, pengetahuan, dan kebijaksanaan khusus. Pertemuan-pertemuan ini ditampilkan di galeri ketiga.

Lima belas relief sebelumnya merupakan keajaiban yang dihasilkan oleh samadhi (meditasi terdalam) Sang Buddha pada kumpulan seratus siswa di Taman Jeta di Sravasti. Setibanya ditempat suci Vichirasaladhvaya, penduduk kota berbondong-bondong keluar untuk mendengarkan Bodhisattva menjelaskan perbuatan menakjubkan yang dilakukan oleh Sang Buddha. Setelah pertemuan singkat dengan Manjusri, Sudhana melanjutkan perjalanan ke kediaman Bodhisattva Samantabhadra (galeri keempat Chandi Borobudur).

Sudhana Gandawyuha
Sumber: Teknik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide.

Lorong dinding relief Cerita Borobudur

Keindahan seni ukir relief cerita Borobudur di dinding-dinding dan pagar langkan. Sumber: Balai Konservasi Borobudur. Teknik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.



Berwisata dan berkunjung dengan tujuan untuk mengenal Borobudur lebih dekat, mempelajari sejarahnya, mengikuti wisata tematik dan menjelajahi Borobudur sebagai bangunan suci Budha adalah sesuatu yang sangat istimewa, mengagumi kemegahan dan keindahan nilai seni arsitektur, merupakan suatu bentuk Sebagai apresiasi dan turut serta melestarikan dan melindungi Borobudur yang merupakan situs warisan budaya dunia, Chandi Borobudur merupakan monumen terbesar di dunia.

Dalam penuturan sejarah Borobudur, ukiran panel relief yang terpahat pada dinding kaki candi disebutkan dalam teks Karmawibhangga, mengenai persembahan alas kaki yang disebut 'Upanat' kepada para brahmana.

Upanat Borobudur

Pemberian alas kaki dengan nama 'Upanat', alas kaki yang dipersembahkan kepada Brahmana, agar mendapatkan pahala dan kemakmuran dalam kehidupan. Sumber:  Teknik Kepemanduan Candi Borobudur arisguide. Foto arisguide.





Upanat Borobudur
Salah satu relif dinding kaki candi dalam teks Karmawibhangga, tentang persembahan alas kaki dengan nama 'Upanat', alas kaki yang dipersembahkan kepada Brahmana, agar mendapatkan pahala dan kemakmuran dalam kehidupan. Sumber: Balai Konservasi Borobudur. Teknik Kepemanduan Candi Borobudur arisguide. Foto arisguide.


Menjelaskan bahwa 'Upanat' adalah alas kaki yang digunakan ketika mengunjungi teras Candi Borobudur. Kunjungan ini bertujuan untuk lebih mengenal Borobudur, mempelajari sejarahnya, mengikuti tur tematik serta mengagumi kemegahan dan seni rupa monumen ini. Hal ini sebagai bentuk apresiasi dan mengenal Borobudur, serta berperan dalam menjaga dan melindungi situs warisan budaya dunia di Borobudur, Indonesia.

Baca narasi dan materi lengkap tentang Chandi Borobudur dengan berkunjung dan jadikan wisata Anda semakin menyenangkan, jelajahi lebih detail narasi tematik budaya Borobudur bersama Pamong Carita. Membaca menjadi lebih menyenangkan, menggali narasi lebih detail dan membaca dalam bahasa Inggris memang menyenangkan dan juga terkesan sangat menarik untuk diterjemahkan ke dalam bahasa yang mudah dan fleksibel, dapatkan bacaan detail di Welcome to Borobudur Temple, the fabric of life in the Buddhist culture. Jelajahi, kagumi keindahan seni rupa dalam gambar dan foto di PHOTO IMAGE BOROBUDUR.

Borobudur

Candi Borobudur adalah candi Buddha Mahayana, dibangun pada abad ke-9 pada masa pemerintahan Dinasti Sailendra, candi ini dirancang dengan bentuk arsitektur Buddha Jawa, yang memadukan budaya asli Indonesia adalah pemujaan leluhur dan konsep agama Buddha untuk mencapai Nirvana. Sumber: Tehnik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Chandi Borobudur atau Barabudur merupakan candi Buddha Mahayana yang dibangun pada abad ke-9, terdiri dari sembilan teras bertingkat, enam teras persegi, dan tiga teras melingkar, di atasnya terdapat stupa besar, dikelilingi oleh 72 stupa dan dihiasi 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha. Sumber: Tehnik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Chandi Borobudur or Barabudur
is a 9th–century Mahayana Buddhist temple, which consists of nine stacked platforms, six square and three circular, topped by a central dome, surrounded by 72 stupas and decorated with 2,672 relief panels and 504 Buddha statues. Source: Guidance Technique Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.


Chandi Borobudur, adalah candi megah dan kurang dikenal, gunung kebajikan, pertama adalah lanskap, yang lebih dari seribu tahun yang lalu, bertemu mata mereka yang datang berziarah ke sini untuk mencari kedamaian batin yang semua penganut Buddha bercita-cita.

Borobudur adalah monumen terbesar di dunia. Sumber: Tehnik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

arisguide
Sangat menyenangkan dalam perjalanan bait suci bersama saya.

Monday, August 1, 2022

Karmawibhangga Relif

Kaki Candi Karmawibhangga

Kamadhatu, Kaki candi Karmawibhangga, didinding sudut tenggara.
Sumber: Teknik Kepemanduan Candi Borobudur arisguide. Foto arisguide..

Relief

Pada dinding-dinding candi di setiap tingkatan, kecuali pada teras – teras lingkaran, Arupadhatu dipahatkan panel – panel bas – relief yang dibuat dengan sangat teliti dan halus. Relief dan pola hias Borobudur bergaya naturalis dengan proporsi yang ideal dan selera estetik yang halus. Relief-relief ini sangat indah, bahkan dianggap sebagai yang paling elegan dan anggun dalam kesenian dunia Buddha.

Relief cerita adalah sebuah transfer naskah cerita ke dalam suatu bentuk seni yang konkrit. Karena hal ini dimaksudkan sebagai penggambaran sebuah cerita, maka di dalam relief terdapat susunan bentuk - bentuk tertentu oleh si seniman sedapat mungkin diusahakan mencerminkan keadaan dan peristiwa yang terjadi di dalam cerita yang bersangkutan. Oleh karena itu di dalam relief, munculnya sosok tubuh tokoh - tokoh yang disebut dalam cerita beserta bentuk - bentuk tertentu (rumah, pohon, sungai, dan sebagainya) adalah sebagai petunjuk tentang situasi dan kondisi tempat dimana terjadinya sebuah peristiwa adalah yang diharapkan.

Relief Borobudur juga menerapkan disiplin seni rupa India, seperti berbagai sikap tubuh yang memiliki makna atau nilai estetis tertentu. Relief-relief berwujud manusia mulia seperti pertapa, raja dan wanita bangsawan, bidadari ataupun makhluk yang mencapai derajat kesucian laksana dewa, seperti tara dan boddhisatwa, seringkali digambarkan dengan posisi tubuh tribhanga. Posisi tubuh ini disebut "lekuk tiga" yaitu melekuk atau sedikit condong pada bagian leher, pinggul, dan pergelangan kaki dengan beban tubuh hanya bertumpu pada satu kaki, sementara kaki yang lainnya dilekuk beristirahat. Posisi tubuh yang luwes ini menyiratkan keanggunan, misalnya figur bidadari Surasundari yang berdiri dengan sikap tubuh tribhanga sambil menggenggam teratai bertangkai panjang.

Borobudur menampilkan banyak gambar; seperti sosok manusia baik bangsawan, rakyat jelata, atau pertapa, aneka tumbuhan dan hewan, serta menampilkan bentuk bangunan vernakular tradisional Nusantara. Borobudur tak ubahnya bagaikan kitab yang merekam berbagai aspek kehidupan masyarakat Jawa kuno. Banyak arkeolog meneliti kehidupan masa lampau di Jawa kuno dan Nusantara abad ke-8 dan ke-9 dengan mencermati dan merujuk ukiran relief Borobudur. Bentuk rumah panggung, lumbung, istana dan candi, bentuk perhiasan, busana serta persenjataan, aneka tumbuhan dan margasatwa, serta alat transportasi, dicermati oleh para peneliti.

Salah satunya adalah relief terkenal yang menggambarkan Kapal Borobudur. Kapal kayu bercadik khas Nusantara ini menunjukkan bahwa kebudayaan bahari purbakala yang dibuat berdasarkan relief Borobudur dengan nama kapal Samudra Raksa.

Relief-relief ini dibaca sesuai arah jarum jam atau disebut mapradaksina dalam bahasa Jawa Kuna yang berasal dari bahasa Sanskerta daksina yang artinya ialah timur. Relief relief ini bermacam-macam isi ceritanya, antara lain relief-relief cerita jataka. Pembacaan cerita-cerita relief ini senantiasa dimulai, dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya, mulainya di sebelah kiri daberakhir di sebelah kanan pintu gerbang itu. Maka secara nyata bahwa sebelah timur adalah tangga naik yang sesungguhnya (utama) dan menuju puncak candi, artinya bahwa candi menghadap ke timur meskipun sisi-sisi lainnya serupa benar.

Relief Candi Borobudur

Relief cerita pada dinding - dinding Candi Borobudur berjumlah 1.460 adegan, yang terdiri dari relief dekoratif (hiasan) berjumlah 1.212 pigura, dan seluruhnya tersusun dalam 11 deret yang mengelilingi bangunan. Sebagian besar seluruh relief yang ada di Borobudur merupakan rangkaian relief yang mempunyai jalan cerita yang terdiri atas gambaran dewa, manusia, binatang, pohon, bangunan rumah, dan lain-lain.

Relief Candi Borobudur mampu menghadirkan suasana tertentu sehingga bagaikan kumpulan kitab suci, Candi Borobudur mengabadikan isi kitab suci secara visual dimulai dari bagian kaki candi sampai dengan dinding lorong tingkat 1-4. Gambaran yang dipahatkan pada relief Karmawibhangga diperoleh dari kenyataan realita hidup sehari-hari masyarakat Jawa Kuna abad VIII – IX Masehi. Relief Karmawibhangga menyimpan banyak informasi, diantaranya kondisi flora fauna, lingkungan alam, status sosial, bentuk pakaian, alat musik, alat upacara, mata pencaharian, peranan wanita, dan masih banyak lainnya.

Lokasi relief.
Sumber: Balai Konservasi Borobudur. Tehnik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide.

Relief cerita adalah sebuah transfer naskah cerita ke dalam suatu bentuk seni yang konkrit. Karena hal ini dimaksudkan sebagai penggambaran sebuah cerita, maka di dalam relief terdapat susunan bentuk - bentuk tertentu oleh si seniman sedapat mungkin diusahakan mencerminkan keadaan dan peristiwa yang terjadi di dalam cerita yang bersangkutan. Oleh karena itu di dalam relief, munculnya sosok tubuh tokoh - tokoh yang disebut dalam cerita beserta bentuk - bentuk tertentu (rumah, pohon, sungai, dan sebagainya) adalah sebagai petunjuk tentang situasi dan kondisi tempat dimana terjadinya sebuah peristiwa adalah yang diharapkan.

Susunan dan pembagian relief cerita pada dinding dan pagar langkan candi adalah sebagai berikut:
Kaki candi - Karmawibhangga - 160 Pigura.
Tingkat I
Dinding Utama a. Lalitawistara - 120 Pigura. b. Jataka/Awadana - 120 Pigura.
Langkan a. Jataka/Awadana - 372 Pigura. b. Jataka/Awadana - 128 Pigura.
Tingkat II
Dinding - Gandawyuha - 128 Pigura.
Langkan - Jataka/Awadana - 100 Pigura.
Tingkat III
Dinding - Gandawyuha - 88 Pigura.
Langkan - Gandawyuha - 88 Pigura.
Tingkat IV
Dinding - Gandawyuha - 84 Pigura.
Langkan - Gandawyuha - 72 Pigura.
Jumlah - 1460 Pigura.

Kaki candi ----- Karmawibhangga

Salah satu ukiran Karmawibhangga didinding sudut tenggara yang sesuai dengan makna simbolis pada kaki candi, relief yang menghiasi dinding batur yang terselubung tersebut menggambarkan hukum karma.

Karmawibhangga adalah naskah yang menggambarkan ajaran mengenai karma, yakni sebab-akibat perbuatan baik dan jahat. Deretan relief tersebut bukan merupakan suatu cerita seri (serial), tetapi pada setiap pigura menggambarkan suatu cerita yang mempunyai hubungan sebab akibat. Relief tersebut tidak saja memberi gambaran terhadap perbuatan tercela manusia disertai dengan hukuman yang akan diperolehnya, tetapi juga perbuatan baik manusia dan pahala.

Kaki candi tersembunyi merupakan deretan relief yang ditulis dalam teks Karmawibhangga yaitu menjelaskan tentang gambaran ajaran karma. Secara keseluruhan merupakan penggambaran kehidupan manusia dalam lingkaran lahir - hidup - mati (samsara) yang tidak pernah berakhir, dan oleh agama Buddha rantai tersebutlah yang akan di akhiri untuk menuju kesempurnaan. Kini hanya bagian tenggara yang terbuka dan dapat dilihat oleh pengujung. Foto lengkap relief Karmawibhangga dapat disaksikan di Museum Borobudur di sisi utara candi Borobudur.

Secara umum sesuai dengan arti makna simbolis pada kaki candi Borobudur, relief yang berada dipahatkan dan menghiasi dinding batur yang tertutup, tersembunyi tersebut menggambarkan hukum sebab akibat atau karma. Karmawibhangga adalah naskah yang menggambarkan ajaran mengenai karma, yakni sebab-akibat perbuatan baik dan jahat.

Deretan relief tersebut bukan merupakan cerita seri (serial), tetapi pada setiap pigura menggambarkan suatu cerita yang mempunyai hubungan sebab akibat. Relief tersebut tidak saja memberi gambaran terhadap perbuatan tercela manusia disertai dengan hukuman yang akan diperolehnya, tetapi juga perbuatan baik manusia dan pahala.

Secara keseluruhan adalah merupakan penggambaran kehidupan manusia dalam lingkaran lahir - hidup - mati (samsara) yang tidak pernah berakhir, dan oleh agama Buddha rantai tersebutlah yang akan di akhiri untuk menuju kesempurnaan. Kini hanya bagian tenggara yang terbuka dan dapat dilihat oleh pengujung.

Selamat datang, senang dengan perjalanan mengunjungi kemegahan chandi Borobudur, yang merupakan salah satu situs warisan budaya dunia dan sebagai destinasi wisata budaya di Indonesia. Keramahan pemandu wisata, akan mengantar dan memberikan narasi dalam mengagumi keindahan arsitektur dan seni rupa budaya leluhur dalam panduan wisata sejarah Borobudur.

Chandi Borobudur
Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Borobudur memiliki koleksi relief Buddha. Sumber: Teknik Kepemanduan Candi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Sumber: Tehnik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide.

Relief Story of Lalitavistara

W elcome  to  Borobudur, one of the sacred buildings of Buddhism as a World Cultural Heritage site. The splendor and beauty of Borobudur has...